Arsip untuk kategori ‘Campuss’
UI Adakan Pameran Lowongan Kerja Dan Beasiswa

Career Day and Scholar Ship sangat membantu lulusan PT dalam mencari kerja.
Universitas Indonesia mengadakan kembali “UI Career & Scholarship Expo VIII 2009″ yang akan berlangsung 15-17 Oktober 2009 di Balairung, UI, Depok. Pusat Pengembangan Karir (Career Development Center) Universitas Indonesia tahun ini akan mengadakan agenda tanhunan yang kedelapan kalinya.
Dalam acara pemeran dan lowongan kerja yang di mulai hari ini akan menghadirkan 60 peserta perusahaan dari berbagai bidang usaha. Acara ini juga dihadiri oleh 20 lembaga donor pendidikan yang akan memberikan bermacam beasiswa studi kepada para pelajar dan mahasiswa.
Expo akan dimulai dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 17.00. “kegiatan tahunan ini diharapkan dapat menjadi fasilitas penghubung para lulusan perguruan tinggi yang akan memasuki dunia kerja dan juga ingin melanjutkan pendidikan kejenjang berikutnya,” tutur Deputi Direktur Kantor Komunikasi UI, Devie Rahmawati.
Expo yang diadakan selama 3 hari akan diisi oleh berbagai acara antara lain: persentasi dan pameran perusahaan, rekrutmen tenaga kerja online, tes dan seleksi tenaga kerja, seminar pengembangan karier, prestasi penawaran beasiswa, serta seminar persiapan melanjtkan studi.
Menurut Devie tahun lalu dalam acara serupa dibanjri oleh 8.000 pengunjung yang terdiri dari mahasiswa yang mengikuti seminar dan mengirim aplikasi beasiswa maupun mahasiswa yang ingin mengambil kesempatan dalam walk interview.(AK)
Pemulihan Ekonomi Paska Gempa
Oleh Firmanzah,Ph.D. (Dekan FE Universitas Indonesia)

Setelah masa tanggap darurat bencana berlalu, akankan pemulihan ekonomi bisa lebih cepat?
Indonesia merupakan salah satu negara dengan intensitas bencana alam yang tinggi. Gempa, banjir, tsunami, tanah longsor, letusan gunung berapi, puting beliung, dan kekeringan merupakan sederetan bencana yang dapat menurunkan kesejahteraan ekonomi daerah dan nasional secara mendadak.
Setiap kali bencana terjadi, pilar-pilar ekonomi di daerah akan lumpuh, pengangguran tinggi, investasi terhenti, pendapatan daerah berkurang, dan muncul kantong-kantong pengungsi yang rawan terhadap bencana sosial seperti kemiskinan, putus sekolah, kriminalitas.
Dengan demikian, menjadi penting bagi Indonesia mengembangkan sistem pemulihan ekonomi daerah pascabencana alam. Daerah terkena bencana membutuhkan aliran dana (investasi) untuk membangun kembali infrastruktur, meningkatkan daya beli masyarakat,dan membuka lapangan kerja.Kekuatan ekonomi daerah perlu dikembalikan seperti sebelum bencana.
Peran pemerintah dalam penyediaan dana stimulus demi menghidupkan kembali ekonomi daerah pascabencana menjadi penting. Hal ini akan memberikan jaminan kepada sektor swasta untuk kembali ke daerah bencana dan membangun kembali ruangruang ekonomi yang lumpuh. Bencana alam gempa bumi kembali terjadi di Sumatera Barat.
Secara umum, usaha yang dilakukan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah bencana adalah membangun kembali rumah penduduk serta memperbaiki infrastruktur transportasi dan berbagai infrastruktur pelayanan publik lainnya. Selain pembangunan fisik,roda perekonomian juga akan berputar jika ada sumber daya manusia yang siap bekerja.
Ada peran pengusaha yang membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang tinggal di daerah bencana. Pada tahap awal setelah bencana, peran pemerintah pusat sangat besar untuk memulihkan perekonomian Sumatera Barat. Namun, beberapa tahun mendatang, peran pemerintah daerahlah yang sangat besar dalam memulihkan perekonomian dan menyiapkan daerahnya untuk kembali normal seperti masa sebelum gempa.
Amanat ini secara jelas dituangkan dalam Undang-Undang (UU) Penanggulangan Bencana No 24 Tahun 2007 Pasal 1 ayat 11 yang menyatakan sebagai berikut. Rehabilitasi adalah perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau masyarakat sampai tingkat yang memadai pada wilayah pascabencana dengan sasaran utama untuk normalisasi atau berjalannya secara wajar semua aspek pemerintahan dan kehidupan masyarakat pada wilayah pascabencana.
Adapun ayat 12 menyatakan: rekonstruksi adalah pembangunan kembali semua prasarana dan sarana, kelembagaan pada wilayah pascabencana, baik pada tingkat pemerintahan maupun masyarakat, dengan sasaran utama tumbuh dan berkembangnya kegiatan perekonomian, sosial dan budaya, tegaknya hukumdanketertiban, dan bangkitnya peran serta masyarakat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat pada wilayah pascabencana.
Upaya pemulihan juga disebutkan pada ayat 15 sebagai berikut: pemulihan adalah serangkaian kegiatan untuk mengembalikan kondisi masyarakat dan lingkungan hidup yang terkena bencana dengan memfungsikan kembali kelembagaan, prasarana, dan sarana dengan melakukan upaya rehabilitasi.
Pengalaman Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias, selama empat tahun periode kerja, badan ini mengelola USD7,2 miliar komitmen dana bantuan. Setelah BRR selesai tugasnya, pemerintah membentuk Badan Kesinambungan Rekonstruksi Aceh (BKRA) yang mengoordinasikan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh dengan dana Rp1,3 triliun yang dikelola pemerintah.
Besaran dana yang akan dialokasikan pemerintah untuk pemulihan ekonomi di Sumatera Barat tentunya menjadi hal yang krusial dan bukan hal mudah untuk ditetapkan. Ini mempertimbangkan anggaran pemerintah yang terbatas dan APBN yang sudah dirancang untuk mencapai target pembangunan 2010 dengan tema pemulihan ekonomi nasional.
Seperti apa anggaran pemerintah untuk penanggulangan bencana alam Sumatera Barat? Secara keseluruhan, anggaran untuk bencana yang dimiliki Departemen Sosial tahun 2009 sebesar Rp300 miliar, terbagi menjadi Rp201 miliar untuk pusat, Rp58,3 miliar dekonsentrasi, serta Rp40,6 miliar untuk tugas pembantuan.
Pertanyaan selanjutnya, bersumber dari mana dana yang akan dialokasikan untuk pemulihan ekonomi pascabencana, terutama untuk pembangunan infrastruktur dalam mendukung perekonomian, padahal di sisi lain kita juga sedang berusaha memulihkan perekonomian nasional akibat krisis? Ini memang menjadi permasalahan pemerintah yang cukup sulit.
Namun, kita tetap bersyukur lantaran masih ada hibah dan dukungan, baik dari dalam maupun luar negeri, yang dapat membantu anggaran untuk memulihkan perekonomian. Selain besarnya anggaran yang perlu dialokasikan, rencana kerja pemulihan ekonomi pemerintah pusat dan daerah juga perlu disosialisasikan kepada publik. Ini dilakukan Amerika Serikat ketika terjadi bencana badai Katrina.
Secara jelas, diuraikan berapa besar dana untuk mendukung perdagangan, perikanan, perumahan, pelayanan publik, pendidikan, energi,hukum,kesehatan,industri kecil dan menengah, pembangunan transportasi dan infrastruktur, keringanan pajak, lingkungan, serta perhatian kepada veteran yang merupakan penduduk mayoritas di New Orleans.
Rencana kerja yang komprehensif untuk memutar roda perekonomian daerah pascabencana perlu difokuskan pada penciptaan entrepreneur di daerah. Kita harus sadar bahwa dana yang dikucurkan oleh pemerintah bersifat sementara, sedangkan pembangunan kembali pilar-pilar ekonomi perlu pemberdayaan sektor swasta. Adanya entrepreneur berpotensi membuka lapangan usaha di daerah pascabencana.
Mereka harus didukung pemerintah dengan membangun kembali infrastruktur dan fasilitas yang hancur. Berbekal perencanaan yang matang, pengusaha akan yakin bahwa proses administrasi yang mendukung perekonomian daerah juga akan normal. Hal ini diharapkan dapat mengembalikan kegiatan dan kekuatan ekonomi seperti sebelum terjadinya bencana alam.
Peringkat UI dan UGM Naik

Universitas Gadjah Mada Yogyakarta berhasil menduduki rangking 250 perguruan tinggi di dunia versi The Times Higher Education – QS World University Rankings, lembaga independen internasional yang dibentuk oleh koran The Times, Inggris.
Universitas Gadjah Mada kembali mengukuhkan dirinya sebagai perguruan tinggi kelas dunia. Pemeringkatan yang dilakukan The Times Higher Education – QS World University Rankings, lembaga independen internasional yang dibentuk oleh koran The Times, Inggris, menempatkan UGM pada peringkat 250 tahun 2009.
Peringkat tersebut dipublikasikan oleh THE-QS 9 Oktober 2009 dan merupakan hasil survei sepanjang tahun atas ribuan perguruan tinggi di seluruh dunia. Survei dilakukan berdasarkan 6 (enam) kriteria yang cukup sulit, yakni (a) review oleh kelompok bidang ilmu (bobot 40 persen), (b) review oleh pengguna lulusan (10 persen), (c) indeks sitasi dosen (20 persen), (d) jumlah staf pengajar internasional (5 persen), (e) jumlah mahasiswa internasional (5 persen), dan (f) rasio dosen/mahasiswa (20 persen). Keenam kriteria tersebut menjadi dasar penyusunan skor total masing-masing perguruan tinggi.
Dalam laman resmi UGM, per 12 Oktober 2009, disebutkan, peringkat dunia memang patut disyukuri, namun bukanlah tujuan yang hendak dicapai oleh universitas negeri tertua di Indonesia itu. Segenap sivitas akademika UGM lebih berkomitmen untuk melaksanakan percepatan peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, manajemen, dan kerja sama. Pengakuan internasional tersebut akan dimaknai oleh segenap sivitas akademika sebagai tantangan untuk bekerja lebih keras, khususnya dalam rangka mewujudkan visi UGM menjadi universitas riset kelas dunia yang unggul, mandiri, bermartabat, dan dengan dijiwai Pancasila mengabdi kepada kepentingan dan kemakmuran bangsa.
Perguruan Tinggi lain di Indonesia yang tercatat pada daftar 500 terbaik dunia adalah UI (peringkat 201) dan Institut Teknologi Bandung (351). Peringkat UGM tersebut naik cukup signifikan, karena pada tahun 2008, UGM berada pada posisi ke 316; demikian juga UI yang pada 2008 berada pada posisi 287. Sementara peringkat ITB mengalami penurunan dari posisi 315 ke 351.
Perguruan tinggi lain di Indonesia yang masuk dalam peringkat 2009 adalah Universitas Airlangga (peringkat 401 – 500). Sementara Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro dan Institut Pertanian Bogor masuk pada peringkat 500-600.
Sebagai universitas bertaraf dunia, UGM saat ini memiliki 900 mahasiswa asing, berasal dari 54 negara. UGM juga memiliki kerjasama berbasis MoU dengan 340 universitas atau institusi internasional.