LRNews Online

your daily online magazine

Paripurna Putuskan Opsi C

leave a comment »

Setelah sempat diskors sekitar tujuh jam, akhirnya rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu (3/3) berakhir dengan voting. Lobi politik yang terjadi sebelumnya hanya berhasil untuk memunculkan alternati pilihan penggabungan opsi A dan C. Sebagaimana kita ketahui panitia khusus hak angket kasus dana talangan pada Bank Century telah memunculkan dua alternatif pilihan rekomendasi DPR, yakni Opsi A dan C. Opsi A menyatakan kebijakan Penyertaan Modal Sementara (PMS) dan Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) sudah tepat dan sesuai aturan. Sedangkan Opsi C, kebijakan PMS dan FPJP pada Bank Century maupun penyalurannya diindikasikan ada penyelewengan dan oleh karenanya pada pihak-pihak yang bertanggung jawab harus ditindaklanjuti secara hukum. Sementara untuk opsi A dan C yang muncul paska rehat selama tujuh jam disinyalir merupakan cara untuk meredam suara-suara dari anggota fraksi partai-partai koalisi yang sudah condong ke opsi C. Apalagi saat penyampaian pandangan akhir, Fraksi PAN dan PPP terkesan belum jelas sikapnya.

Pemunculan opsi gabungan tersebut tentu mendapat reaksi keras, sehingga pimpinan sidang mengadakan voting untuk pemilihan alternatif pertama (opsi A dan C) dan alternatif dua (opsi A, C, dan A+C). Voting pertama ini akhirnya memenangkan alternatif pertama. Setelah diskors kembali sepuluh menit, voting kedua digelar. Akhirnya anggota DPR yang memilih opsi C lebih banyak. Sebanyak 325 anggota memilih opsi C dan 212 anggota memilih opsi A. Kejutan dalam voting kedua ini berasal dari PPP yang berbalik mendukung opsi C. Sebanyak 32 anggota Fraksi PPP memilih opsi C.

Suara PKB pun tidak bulat. Lily Wahid, anggota Fraksi PKB, memilih opsi C. Adik kandung Gus Dur tersebut bahkan menyatakan sebenarnya banyak teman-temannya yang memilih opsi C, namun lantaran takut direcall maka mereka menurut untuk memilih opsi A.

PAN yang menurut Drajad Wibowo memiliki opsi lain selain A dan B, ternyata harus tunduk pada titah pimpinannya dan malah mendukung opsi A.

Setelah hasil akhir paripurna memilih opsi C, kemudian ada usulan untuk membuat tim kecil yang mengawal rekomendasi DPR ini. Rekomendasi politik ini dikawal ketika masuk di ranah hukum. Komisi Pemberantasan Korupsi / KPK sendiri telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang terkait dengan kasus Century.

Kini, beredar kabar tentang pelaksanaan reshuffle kabinet semakin dipercepat paska paripurna. Bila ini menjadi kenyataan, tentu rakyat akan semakin mahfum bila orientasi elit politik negeri ini hanyalah kekuasaan dan kursi semata.

Written by lrnewsonline

3 Maret 2010 pada 17:28

Ditulis dalam Citizen Journalism

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: